Kuasai Keterampilan Kuliner Terbaik Bersama Mentor Ahli
Jelajahi seluruh program pelatihan berdasarkan kategori keahlian. Kurikulum berstandar industri, materi praktik lengkap, dan bimbingan eksklusif.
Pilih Kategori Kursus
Jajanan Favorit
5 pilihan kursus tersedia
Jajanan Favorit
Aneka Gorengan Favorit (Takjil 2)
Pendamping Takjil tentunya Aneka Gorengan Favorit, dengan bahan dan cara menggoreng yang otentik dan asyik, bi...
Jajanan Favorit
Aneka Takjil Asian Dessert
Aneka dessert ala Asian yang dingin menggoda, dari Filipina, Hongkong, juga Indonesia
Pempek Crispy
Kursus online komprehensif Pempek Crispy. Pelajari teknik profesional, resep teruji, dan tips pembuatan secara...
Pempek Dos
Kursus online komprehensif Pempek Dos. Pelajari teknik profesional, resep teruji, dan tips pembuatan secara me...
Jajanan Favorit
Sup Tekwan
Pembuatan tekwan dari *daging tenggiri* yang berbeda dengan adonan pempek memberikan cita rasa yang empuk keny...
Apa Kata Alumni Kami?
"Suasana di Pameran Bahan Kue penuh dengan kehangatan dan cerita sukses. Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat seorang peserta bernama Ibu Noni bertemu dengan Grazia. Wajah Ibu Noni terlihat sangat haru, bukan karena sedih, melainkan karena kebahagiaan yang tak tertahan. "Senang sekali ketemu Ibu Noni di pameran," ujar Grazia dengan senyum lebar. "Bagaimana pengalaman Ibu selama ini?" tanya Grazia penuh perhatian. Ibu Noni bercerita tentang perjalanan panjangnya yang dimulai sejak tahun 2011. Saat itu, dia mengikuti kelas di Les Harnir. "Pokoknya semua dari awal, Kursus Ibu Cucu, saya jadi berhasil," kenang Ibu Noni dengan mata berkaca-kaca. "Saya ikut terharu melihat hasilnya. Sekarang, Konsumennya makin banyak! Sampai anak-anak bisa kuliah." Kini, usaha kuliner Ibu Noni telah berkembang pesat. Produknya tidak hanya terbatas pada satu jenis, melainkan sudah beragam: Kue Kering: Renyah dan cocok untuk camilan. Cake: Lembut dan elegan untuk acara spesial. Kue Basah: Manis dan menggugah selera untuk sarapan atau teman ngopi. Kisah Ibu Noni menjadi bukti nyata bahwa ilmu baking yang benar bisa mengubah hidup. Dari sekadar peserta kelas menghias, Ibu Noni kini menjadi pengusaha sukses yang bahkan berhasil untuk menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi menggunakan hasil usahanya. "Syukurlah kalau ilmunya bisa bermanfaat," pungkas Grazia. "Semoga cerita Ibu Noni bisa menjadi motivasi dan pemacu semangat bagi teman-teman lain yang sedang berjuang di dunia kuliner." Terima kasih, Ibu Noni, atas inspirasi yang Anda berikan! Semoga usaha Anda terus berkembang dan membawa kebahagiaan bagi keluarga dan pelanggan Anda. 🧁📈✨"
"Hari ini di Grazia Kursus Ibu Cucu, suasana sangat antusias saat membahas rahasia sukses seorang peserta. Peserta ini berasal dari luar kota dan mengikuti Kursus Baso Malang secara online, dengan hasilnya luar biasa! "Ibu, baso goreng yang Ibu buat tidak pernah gagal!" seru salah satu teman dengan kagum. Peserta itu menjelaskan kehebatannya: Tanpa Harus Datang: Biasanya orang yang ingin belajar membuat baso yang benar-benar tidak gagal (tidak kempes setelah dingin), mereka harus datang secara offline (langsung ke tempat) untuk dipandu. Konsisten dan Enak: Dengan mengikuti metode Grazia secara online saja, peserta ini langsung berhasil membuat baso yang kenyal, tidak kempes, dan rasanya tetap gurih. Bisa Jualan: Karena hasil yang konsisten dan enak, peserta ini sekarang sudah berani membuka jualan. Ia melayani pesanan dari pelanggan ("open order") dan bahkan bisa dikirim langsung sampai ke rumah pembeli. Peserta juga bercerita bahwa selain baso goreng, Baso Halus dan Siomay Sapi yang ia buat juga sangat lezat dan disukai banyak orang. "Rasa sapinya tidak hilang, tetap gurih, dan teksturnya kenyal!" tambahnya. Kisah ini membuktikan bahwa dengan ilmu yang tepat dari Grazia Kursus Ibu Cucu, seseorang tidak perlu hadir secara fisik untuk bisa berhasil. Belajar dari rumah saja sudah cukup untuk membuka bisnis kuliner yang menguntungkan! 🍢🚀"
"Hari ini di Grazia Kursus Ibu Cucu, suasana sangat ceria karena ada tamu istimewa dari jauh. Seorang Ibu yang tinggal di Tarakan (pulau Kalimantan) datang untuk mencoba Pempek Tenggiri dari Grazia. Ibu ini sangat kagum saat mencicipi pempek buatan Grazia. "Wah, ini lebih lembut dari pempek yang biasa saya makan di Tarakan!" serunya dengan senyum lebar. Ia juga sangat menyukai Cuko Palembang-nya yang gurih dan pas. Dia juga mencoba berbagai jenis pempek unik yang diajarkan, seperti: Pempek Adaan: Bentuknya bulat-bulat digoreng. Pempek Kulit: Jenis pempek yang jarang ada, karena pakai kulit ikan yang gurih di dalam. "Biasanya pempek keriting, tidak pernah makan kulit, tapi ini enak sekali!" serunya. Setelah mencicipi lezatnya pempek dan mendengar cara membuatnya, ia pun mengambil keputusan ikut kursus online. Ia ingin belajar membuat pempek sendiri agar bisa menikmatinya kapan saja dan membagikannya ke keluarga. "Insya Allah saya akan ikut kursus online-nya," katanya dengan antusias. "Terima kasih banyak atas makanannya yang enak!" Dengan rasa yang otentik dan teknik yang tepat, Pempek Tenggiri Grazia berhasil menyita hati peserta dari jauh hingga mereka semangat untuk belajar dan berbisnis! 🐟🥣🚀"
"Hari ini di Kelas Kursus Dimsum Ke-1, suasana sangat meriah karena para peserta sedang mencicipi hasil karya mereka: Dimsum Ke-1 Premium! Rasanya begitu lezat hingga suasana terasa seperti sedang makan di restoran bintang lima. Pasangan peserta dari Batam bercerita tentang petualangan kuliner mereka sebelum sampai di sini. Mereka pernah keliling ke Batam dan menemukan sebuah restoran bernama "Nyonya" yang sangat terkenal. Cerita mereka mengatakan bahwa pemilik restoran itu dulunya adalah seorang TKW dari Hongkong yang kemudian sukses dan membuka restoran Dimsum paling ramai di Batam. "Kita sudah mencicipi dimsum di restoran terkenal itu," ujar salah satu peserta. "Tapi ternyata, dimsum buatan kita di Grazia justru lebih enak!" Para peserta sangat senang karena rasa dimsum buatan mereka sendiri mengalahkan rasa dimsum dari restoran legendaris tersebut. Mereka juga mencoba berbagai varian rasa, seperti Hakaw Udang (kulit transparan), Siomay Vegetable yang manis karena wortelnya, Siomay Udang-Ayam, dan Siomay Keju (Mozzarella). "Semua varian rasanya unik dan berbeda-beda," kata Bapak yang mencoba. "Karena rasanya beragam, konsumen pasti lebih suka!" Kesimpulannya, dengan belajar membuat Dimsum Ke-1 yang enak dan variatif di Grazia Kursus Ibu Cucu, para peserta tidak hanya berhasil membuat makanan lezat, tetapi juga membuktikan bahwa usaha mereka bisa bersaing bahkan dengan tempat-tempat yang sudah sangat terkenal! 🥟🌟"
"Berita Spesial: Rasanya Bikin Pingsan! Hari ini di Grazia Kursus Ibu Cucu, suasana sangat ceria karena para peserta sedang mencoba Siomay Batagor yang baru saja mereka buat. Semua mata tertuju pada piring berisi siomay yang lezat. Raisa yang pertama kali mencicipi langsung terkejut! "Enak banget! Rasanya bikin pingsan!" seru Raisa sambil tertawa. Teman-temannya pun ikut mencoba dan sama-sama setuju bahwa rasanya luar biasa enak. Ibu yang datang jauh-jauh dari Jawa Tengah, juga sangat kagum. "Mantap! Rasanya beda banget. Aku nggak nyesel sama sekali datang ke sini," katanya bangga. Ia yakin kalau siomay ini pasti disukai oleh mertua dan keluarga saat ia menikah nanti. Bu Atin pun memberikan pujian, "Enak sekali!" Bahkan ia merasa siomay dari Grazia ini lebih enak dibandingkan siomay terkenal lainnya. Para peserta juga sangat menyukai saus kacangnya yang gurih dan pas. Kesimpulannya, Siomay Batagor buatan para peserta Grazia Kursus Ibu Cucu benar-benar sukses! Rasanya yang konsisten dan lezat membuat semua orang senang, meski mereka baru pertama kali mencoba. 🍤🥜"
"Ada seorang ibu muda dan suaminya yang baru menikah. Mereka tinggal di sekitar sebuah pabrik. Sayangnya, suami tiba-tiba di-PHK (dipecat) dan mereka kehilangan pekerjaan. Karena butuh uang untuk hidup, mereka memutuskan untuk mencari cara baru. Ibu tersebut mengikuti kursus di Grazia Kursus Ibu Cucu. Di sana, beliau belajar membuat Cake Kukus Ketan Zebra. Ini adalah kue khas Bandung yang terbuat dari tepung ketan, bukan tepung terigu biasa. Rasanya lembut, manis, dan sangat enak, persis seperti rasa tradisional kota Bandung yang disuguhkan dengan cara modern oleh Grazia. Dengan uang pesangon yang dimiliki, mereka membeli peralatan dapur seperti kukusan, kompor, dan loyang. Mereka mulai memproduksi kue ini di rumah. • Waktu Bangun: Mereka harus bangun jam 1 pagi! • Waktu Jual: Agar pekerja pabrik yang masuk jam 6 pagi bisa langsung membeli, kue harus sudah siap di warung jam 5 pagi. • Hasil Kerja Keras: Awalnya, mereka berhasil menjual 10 loyang kue per hari. Karena kue tersebut enak, mengenyangkan, dan harganya murah, banyak pembeli yang datang. Warung-warung pun meminta tambahan kue. Mereka pun menambah jumlah kompor dan kukusan, sehingga bisa menjual hingga 30 loyang dalam satu hari! Dengan keuntungan Rp23.000 per loyang, mereka bisa mendapat Rp 690.000 per hari! Dengan kerja keras bangun jam 1 pagi setiap hari, kehidupan mereka perlahan-lahan menjadi lebih baik. Cerita ini mengajarkan bahwa kesempatan sukses ada bagi mereka yang mau belajar ilmu yang benar dan berani berjuang lebih keras dari orang lain. 🌅🥞🚀"